“IRONIS” EMPAT KALI PERGANTIAN DIREKTUR TIPIDEKSUS, KASUS LED MAROS MASIH SAJA MANGKRAK DI MABES POLRI

Dari kanan, H. BAKRI RAMLI Direktur LSM Pekan 21, BOEYAMIN SAIMAN Peneliti Senior LSM MAKI, AMIR KADIR Peneliti LSM Pekan 21. Insert Surat untuk Kapolri.

MAROS (5/2018) – SUARAPESISIR.CO.ID, Perjalanan panjang kasus korupsi pekerjaan pangadaan lampu jalan hias LED pada Dinas Pertambangan Kabupaten Maros tahun anggaran 2011, cukup banyak menyita ruang waktu dan energi masyarakat Maros dalam menanti kepastian penuntasan proses hukum yang masih mangkrak di Mabes Polri.

Betapa melelahkan alam pikiran banyak pihak khususnya masyarakat Maros, karna kasus yang sudah ditetapkan tersangkanya oleh Mabes Polri sejak Desember 2015 silam, namun hingga saat ini kelanjutan proses hukumnya belum juga tuntas penanganannya.

Amir Kadir peneliti LSM Pekan 21, yang seakan tak pernah kehabisan energi dan semangatnya dalam memperjuangkan harkat dan martabat masyarakat Maros untuk hidup dalam sebuah tatanan pemerintahan yang bersih bebas dari kolusi korupsi dan nepotisme sebagaimana amanah dari undang-undang nomor 28 tahun 1999.

Kepada suarapesisir Amir Kadir menjelaskan bahwa sejak kasus LED Maros dilimpahkan dari Dit Reskrimsus Polda Sulsel ke Bareskrim Tipideksus Mabes Polri dengan laporan Polisi : LP/952/VIII/2015/Bareskrim, tanggal, 15 Agustus 2015, yang mana pada saat itu Brigjend Pol. Victor Simanjuntak sebagai Direktur Tipideksus, kemudian digantikan oleh Brigjend Pol. Bambang Warskito, pada era Bambang Warskito inilah Hatta Rahman, Bupati Maros menjadi tersangka, sebagaimana surat panggilan nomor : S.Pgl/4154/XII/2015/Dit Tipideksus, tanggal 11 Desember 2015, akan tetapi saat itu proses penyidikannya belum juga tuntas, namun Direktur Tipideksus kembali berganti.

Pada saat itu Direktur Tipideksus yang baru dijabat oleh Brigjend Pol. Agun Setya, namun harapan kami akan tuntasnya proses penyidikan kasus LED Maros lagi-lagi kembali mangkrak, bahkan hingga saat ini, karena itulah dengan kembali bergantinya Direktur Tipideksus yang mana saat ini dijabat oleh Brigjend Pol. Rudy Heryanto, kasus lampu hias jalan LED Maros harus segera dituntaskan proses hukumnya.

Dalam catatan kami, Mabes Polri terhitung sudah 4 kali melakukan pergantian Direktur Tipideksus, namun proses penyidikan kasus LED Maros belum juga tuntas, “kami sebagai masyarakat jadi bertanya, ada hal apa? Mungkinkah karena tersangkanya seorang Bupati Maros sehingga hukum seakan tidak mampu menyentuhnya?

Pada hal kita tahu barsama, bahwa setiap warga negara tercinta Republik Indonesia dipandang sama dimata hukum, apalagi ini fakta hukumnya sudah cukup, bahkan Kompolnas beberapa waktu lalu juga dengan tegas, telah mengeluarkan surat yang intinya meminta Kapolri agar kasus LED Maros segera dituntaskan” tandas Amir Kadir.

Tidak hanya itu, beberapa pakar hukum yang mengetahui perjalanan kasus LED Maros di Mabes Polri, diantaranya Prof. Marwan Mas juga pernah mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi Mabes Polri untuk tidak melanjutkan proses hukum kasus LED Maros, karna sudah memenuhi unsur hukumnya yakni bukti surat hasil audit dari BPKP yang menyatakan bahwa ada kerugian Negara, begitupula dengan Keterangan saksi, baik saksi tersangka maupun saksi yang mengetahui kasus tersebut, serta Keterangan ahli.

Ini sangat ironis jika Mabes Polri masih saja terkesan mempetieskan kasus korupsi lampu jalan hias LED Maros dan akan sangat patal akibatnya jikalau pihak mabes Polri sampai mengeluarkan SP3, karena pihak LSM Pekan 21 pasti akan mempra pradilankan Mabes Polri, tegas Amir Kadir yang turut diiyakan sahabatnya, Boeyamin Saiman peneliti senior LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), yang beberapa waktu lalu berhasil memenangkan pra pradilan atas kasus Kondesat dan Bank Century.

Sebuah kasus yang telah memenuhi syarat atau unsur hukumnya seharusnya memang segera dituntaskan, agar masyarakat tidak lagi berasumsi atau beranggapan bahwa Polri tidak pernah serius dalam melakukan penuntasan pemberantasan korupsi di Bumi Pertiwi.

Untuk itulah LSM Pekan 21 kembali menyurati Kapolri cq. Direktur Tipideksus, Brigjend Pol. Rudy Heryanto, yang baru saja dilantik beberapa pekan lalu di Jakarta, agar segera mencurahkan perhatian dan keseriusannya dalam menuntaskan proses penyidikan atas kasus Korupsi Pekerjaan Pengadaan Lampu Jalan Hias LED Kabupaten Maros.

Sebuah kejujuran dan buah dari perbuatan baik akan selalu menghasilkan hal baik, Oleh sebab itu
janganlah kita perna membiarkan uang rakyat dicuri oleh koruptor, tandas Amir Kadir penuh harap.(SP/mk83)

Related Post

Leave a reply