Ulama Besar Tanah Suci Makkah, Melakukan Safari Ramadhan ke Tanah Salewangeng Maros

SYEIKH ABDULLAH ABDUL HAMID ASSAYYEID AL FAYYUMI, bersama MUKHLIS Jurnalis Suara Pesisir.

SUARAPESISIR.CO.ID – MAROS, Syeikh Abdullah Abdul Hamid Assayyeid Al Fayyumi, Ulama dan Guru Besar pada Universitas Ummul Qura Makkah Al Mukarramah, melakukan Safari Ramadhan 1439 H ke Kabupaten Maros, kegiatan safari ramadhan Ulama besar Tanah Suci Makkah Al Mukarramah ini, akan berlangjut ke beberapa kota lainnya di Indonesia selama bulan suci Ramadhan.

Ulama Tanah Suci Makkah Al Mukarramah yang juga sebagai dosen pada Universitas Al Ahzar Qairo Mesir, yang akrab dikenal sebagai Syeikh Abdullah Al Fayyumi menjejakkan kaki di tanah salewangen Maros dengan didampingi seorang da’i muda sebagai penterjemaah.

Rangkaian kegiatan Syeikh Abdullah di tanah salewangen Maros, itu diawali dengan acara buka puasa bersama di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Maros yang dilanjutkan dengan shalat magrib berjamaah.

Dari Darul Istiqomah selanjutnya Syeikh Abdullah menuju Al Markas Al Islami Maros untuk menjadi imam shalat Isha, dan kemudian menyampaikan ceramah dihadapan ratusan jamaah yang memenuhi Masjid Al Markas Al Islami Maros.

Dihadapan jamaah shalat tarawih, Syeikh Abdullah menyatakan bahwa kedatangannya ke berbagai kota di Indonesia, jauh meninggalkan Kota Suci Makkah di bulan suci ramadhan ini, sama sekali bukan karena adanya urusan dunia ataupun niat pribadi lainnya yang bersifat duniawi, akan tetapi ia datang dengan ikhlas untuk berbagi ilmu dan memberi motivasi sebagai muslim agar hidup kita selamat dunia dan akhirat.

Karena betapa ruginya kita sebagai ummat muslim yang memiliki Al Qur’an yang diturunkan langsung dari Allah SWT dan Hadis dari Rasullah Muhammad SAW, sebagai berkah dan tuntunan hidup, namun kita tidak mampu menjalankannya dengan benar (secara khaffah) sebagai pedoman dan pegangan dalam menjalani kehidupan dunia untuk keselamatan kita di akhirat. Tandas Syeikh Abdullah Al Fayyumi, sesaat sebelum ia menutup ceramahnya dengan doa untuk keselamatan ummat muslim khususnya ummat muslim di tanah salewangeng Maros, yang kemudian selanjutnya memimpin shalat tarawih berjamaah sebanyak 8 rakaat yang dilanjutkan dengan 3 rakaat shalat witir.(SP/mukhlis)

Related Post

Leave a reply