SULAEMAN SAMAD “INDONESIA HEBAT KARENA KITA MAMPU MEREKATKAN PERBEDAAN”

Sulaeman Samad, Assisten Administrasi Umum Kabupaten Maros, saat menyampaikan sambutan pada acara pengukuhan pengurus rumah dongeng chapter Maros, rabu (2/10/2019) di gedung Baruga-A kompleks perkantoran pemerintahan Kabupaten Maros.
MAROS-SUARAPESISIR.CO.ID, Membangun bonding�atau ikatan yang kuat antara�orangtua dan anak merupakan hal penting untuk dilakukan, salah satu hal yang dapat dilakukan untuk dapat menguatkan ikatan tersebut, yakni dengan mendongeng. Mungkin terdengar jadul, namun bercerita pada anak atau mendongeng sesungguhnya memiliki banyak manfaat, khususnya bagi kesehatan mental anak maupun bagi hubungan orangtua dan anak itu sendiri. Saat ini kegiatan mendongeng untuk anak, sudah memudar bahkan tidak lagi menjadi budaya dalam kehidupan keluarga masyarakat bumi pertiwi. Aktivitas anak dan orangtua saat ini lebih condong sibuk dengan gadgetnya masing-masing, pada hal dongeng dulu begitu dekat dengan anak dan orangtua, namun ketika jaman lebih maju, dongeng mulai tergantikan dengan kecanggihan teknologi, tandas Sulaeman Samad, Assisten Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Maros. Ditengah kondisi tatanan kehidupan masyarakat tersebut, maka kehadiran rumah dongeng chapter Maros, diharapkan mampu menghidupkan kembali budaya mendongeng. Karena mendongeng, tidak hanya membangun ikatan yang kuat antara anak dan orangtua, namun budaya mendongeng mampu merekatkan ikatan nasionalis kita sebagai negara kesatuan republik indonesia (NKRI) dalam demensi Bhineka Tunggal Ika. Ungkap Sulaeman Samad. Lebih lanjut Sulaeman Samad mengungkapkan, “saat ini saya memakai ike bukan berarti saya orang Sunda, dan berbaju batik juga tidak menandakan saya sebagai orang Jawa, namun hari ini kita semua diwajibkan memakai kain batik sebagai penghormatan terhadap salah satu warisan budaya nasional kita batik, selain budaya mendongeng”. Hari ini di Maros, bertepatan dengan pengukuhan pengurus rumah dongeng Chapter Maros, bukan tanpa sengaja memilih tampil dengan menggunakan assesoris kepala, ike khas Sunda dengan baju batik Sukorejo Pasuruan yang bermotif matoa sebagai buah khas Papua, ungkap Sulaeman Samad. Namun dihadapan peserta workshop rumah dongeng, Sulaeman Samad menyampaikan pesan indahnya ragam kebersamaan dalam bingkai NKRI, bahwa ia sebagai seorang BUGIS tulen berbatik JAWA TIMUR dengan motif buah matoa PAPUA dan ikat kepala JAWA BARAT tampak begitu padu, dan harusnya menjadi perekat ikatan nasionalis kita dalam Bhineka Tunggal Ika. Indonesia hebat karena kita mampu merekatkan perbedaan, tandas Sulaeman Samad, mengakhiri sambutannya pada acara pengukuhan pengurus rumah dongeng chapter Maros, Rabu (2/10/2019) di gedung Baruga-A kompleks perkantoran pemerintah Kabupaten Maros. (SP/Mukhlis)

Related Post

Leave a reply