“AYO SATU HATI YANG IKHLAS UNTUK BINTUNI LEBIH SEJAHTERA”

Suasana pada pertemuan keluarga besar marga Manibui, minggu (6/9/2020) di Pendofo kediaman Alfons Manibui.

BINTUNI-SUARAPESISIR.CO.ID, Eforia Pesta Demokrasi Pemilihan Kepala Daerah, 9 Desember 2020 kian semarak. Arus dukungan untuk pasangan calon terus mengalir deras, dari kelompok paguyuban masyarakat, kelompok kekerabatan hingga komunitas masyarakat adat.

Minggu (6/9/2020) bertempat di pendofo kediaman mantan Bupati Teluk Bintuni dua periode, Alfons Manibui yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat. Ratusan warga komunitas masyarakat adat Marga Manibuy dari rumpun Suku Wamesa di Teluk Bintuni menggelar pertemuan dalam rangka menghadapi pesta demokrasi Pilkada.

Alfons Manibui, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat dan Mantan Bupati Teluk Bintuni dua periode (2005 – 2015)

“Pertemuan ini bukan untuk mengajak bersama memilih Paslon AYO, yang kebetulan bermarga Manibui, tetapi sesungguhnya dalam pertemuan ini, jika kita mengaku satu darah, turunan darah yang mengalir dari urat nadi Manibui, maka janganlah politik menjadikan kita berkelahi satu sama lain sebagai satu darah,” tandas Alfons Manibui diawal pertemuan.

Sebagai anak adat dari 7 suku negeri sisar matiti, pilihan kita boleh beda tapi kita tidak boleh saling membenci satu sama lain apalagi saling memaki lewat media sosial. Politik itu adalah demokrasi yang harus menjadi perekat dalam merajud hubungan kekerabatan kita sebagai anak adat.

Sementara itu Agus Manibui tokoh intelektual muda marga Manibui mengatakan, “Kita berkumpul ini, adalah untuk merekatkan hubungan pertalian sebagai keluarga besar Minibui, politik tidak boleh memisahkan kita sebagai satu keluarga besar Manibui dari rumpun adat 7 suku”.

Lebih lanjut Agus Manibui, mengajak keluarga besar marga Manibui untuk satu hati, saling membesarkan satu sama lain, darah yang mengalir diurat nadi kita adalah darah Manibui, jangan kita mau diadudomba, kita harus membangun Teluk Bintuni sebagai tanah leluhur kita, tanah adat moyang kita, tandasnya.

Agus Manibui (tengah) salah satu tokoh intelektual muda dari keluarga besar marga Manibui.

Dari pertemuan yang diprakarsai tetua adat marga Manibui, dan dihadiri sedikitnya 500 orang yang memenuhi pendofo kediaman Alfon Manibui, disimpulkan bahwa, bila kita mau besar, maka kita harus selalu bersatu, mendengar apa yang menjadi amanah orang tua kita.

Jadi tidaknya Bupati, seorang dari keluarga besar Manibui, itu tergantung dari bersatunya kita sebagai keluarga besar Manibui. Anak-anak Manibui, jika mau hebat dan besar maka kita harus selalu bersatu, baku sayang, saling mengasihi dan saling baku bantu satu sama lain sebagai keluarga, ungkap Alfons Manibui.

AYO, dalam hal menentukan pilihan pada Pilkada 9 Desember mendatang, kita harus menggunakan hati agar hubungan kita sebagai satu keluarga Manibui tidak terpecah-pecah. Seseorang bisa menjadi Bupati itu karna kehendak Tuhan dan kehendak dari rakyat, karena itu kita harus selalu bersatu sebagai satu keluarga dan satu dalam doa. Agar kita tetap menjadi tuan di negeri sendiri.

Ali Ibrahim Bauw sebagai calon Bupati dan Yohanis Manibui sebagai calon Wakil Bupati, mereka adalah anak-anak adat terbaik saat ini. AYO satu hati yang ikhlas mendukungnya. Karena kalo bukan kita siapa lagi, dan kalo bukan sekarang kapan lagi.

(SP/Ugi-TM*)

Related Post

Leave a reply