AKSI MAAKI, MINTA KPK RI MENGUSUT TUNTAS KASUS DUGAAN KORUPSI BERJAMAAH DI PEMKAB MAROS

Aksi demo MAAKI di Kantor KPK RI di Jakarta.

SUARAPESISIR.CO.ID. – MAROS, Aksi Masyarakat Adat Anti Korupsi (MAAKI) menggelar demo di depan Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Jakarta. MAAKI mendesak KPK untuk segera mengusut tuntas Bupati Maros, H. M. Hatta Rahman bersama kroninya, atas dugaan tindak pidana korupsi.

Aksi pendemo di depan kantor KPK RI, datang dengan membawa spanduk bertuliskan “Usut tuntas Korupsi berjamaah Bupati Maros, bersama kroninya, Ir. H. M. Amri Yusuf, Ir. H. Muhammad Alfian Amri MM, Ir. H. Abdul Salam MM, H.A.M.Chaedir Syam, S.IP.,M.H. Drs. H. Baharuddin MM. PIA”.

Berdasarkan Pres Release MAAKI yang diterima suarapesisir rabu (4/11), bahwa laporan pengaduan MAAKI atas kasus dugaan korupsi Hatta Rahman Bupati Maros bersama kroninya, itu telah diterima KPK RI, sejak rabu (19/8).

Karen itulah “Masyarakat Adat Anti Korupsi berjanji akan terus mendatangi KPK RI untuk mendukung KPK mengusut tuntas kasus hukum atas dugaan keterlibatan Bupati Maros dalam skandal korupsi berjamaah”.

Amir Kadir, Peneliti LSM Pekan 21 Maros

Amir Kadir Peneliti LSM Pekan 21 Maros, menanggapi aksi demo yang digelar MAAKI di Jakarta, “itu sudah seharusnya, karena sejumlah kasus yang sudah perna kami adukan ke Kejaksaan Maros maupun Bareskrimsus Mabes Polri, namun hingga saat ini belum juga tuntas proses hukumnya.

“Karena itu kami LSM Pekan 21 bersama MAAKI, berjanji akan terus mengawal dan mendukung langkah KPK RI, untuk mengusut tuntas kasus Hatta Cs dalam dugaan tindak pidana Korupsi ,” tandas Amir Kadir.

Lebih lanjut Amir mengatakan, “KPK harus memproses Hatta Cs, karena persoalan dugaan korupsi di Pemkab Maros itu sangat jelas, dan sudah bukan rahasia bagi masyarakat Maros, bahwa ada fee 10 persen untuk setiap kegiatan proyek dan itu diduga merugikan keuangan negara”, tandasnya.

Sementara itu Awaluddin Djamal mantan Ketua KNPI Maros, yang menjadi Tim Sukses salah satu kontestan Pilkada Maros 2020, minta agar aksi demo yang digelar MAAKI di depan Kantor KPK RI tersebut, dimana salah satu terduga adalah juga menjadi paslon kontestan pilkada, hal itu hendak tidak dikait-kaitkan dengan kontestasi Pilkada Maros.

Masyarakat Maros harus lebih cerdas dan dewasa melihat persoalan yang tengah disuarakan MAAKI, karena tersebut merupakan fakta lama, yang memang diduga kuat telah terjadi tindak pidana korupsi di lingkup Pemerintahan Kabupaten Maros sejak beberapa tahun terakhir, tandas Puang Awal.

(SP/Mukhlis)

Related Post

Leave a reply